Evaluasi Sistem Informasi Kesehatan

Maret 25, 2007

Didalam evaluasi sistem informasi kesehatan yang dapat di evaluasi antara lain evaluasi terhadap pengguna komputer, organisasi, peserta pelatihan sistem informasi kesehatan, perangkat keras yang terdapat dalam sistem informasi, perangkat lunak yang digunakan oleh suatu organisasi, hubungan antara bagian-bagian di dalam suatu organisasi dan lain -lain.

Berkaitan dengan hal tersebut diatas, pada tahun 2006 di Dinas Kesehatan Kabuapten ketapang melalui proyek HWS telah dilakukan pelatihan surveilans epidemiologi lapangan yang bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat FETP (Field Epidemiologi Training Progam). Peserta pelatihan berasal dari puskesmas sebanyak 10 orang dan dari Dinas Kesehatan Kabupaten dan RSUD masing – masing satu orang. Pelatihan dilakukan bulan Juli tahun 2006 di Yogyakarta. Peserta melakukan praktek lapangan di tempat kerjanya masing – masing dan setelah itu mereka harus memprentasikan apa yang telah mereka terapkan di tempat kerjanya setelah di UGM mengikuti pelatihan. Pasca pelatihan sampai sekarang belum diketahui sampai sejauhmana dampak dari pelatihan tersebut baik terhadap peserta, organisasi (ditempat kerjanya) dan kesehatan masyarakat. Untuk melakukan evaluasi tersbut perlu adanya instrumen yang tepat untuk melakukan survey tentang dampak pelatihan terhadap peserta, organisasi maupun kesehatan masyarakat. Didalam buku Evaluation Health Care Information System ada panduannya bagaiaman kita menyusun pertanyaan yang berhubungan dengan pelatihan bagi pengguna/operator komputer. Metode yang digunakan dalam survey ini adalah bersifat kualitatif. Teknik yang digunakan adalah dengan:

a. Wawancara.

Di dalam wawancara hendaknya dapat menggali sebanyak- banyaknya informasi. Dan sebaiknya dalam wawancara tersebut mengandung unsur – unsur H (How) dan 5 W (What, Who,Where, When dan Why). Dan sebelum melakukan wawancara sebaiknya disusun terlebih dahulu pertanyaannya, dan didiskusikan dengan orang yang ahli di bidangnya setelah itu diuji cobakan kepada peserta. Dan selanjutnya dievaluasi apakah pertanyaan yang diajukan sudah dipahami oleh peserta.

b. Observasi

Observasi yang dilakukan dalam survey ini yaitu sarana dan prasarana yang dimiliki, proses kerjanya, dokumen hasil kerjanya, peraturan – peraturan (regulasi) yang ada. Dukungan dari pihak manajemen serta biaya yang anggarkan.

Pertanyaan – pertanyaan yang dilakukan terhadap peserta pelatihan adalah sebagai berikut :

1. Bagaiman Human Error (kesalahahan pada manusia) yang terjadi pada peserta pelatihan?

2. Apakah ada kesalahan dalam menerapkan ilmu yang telah didapat di dalam pelatihan tersebut?

3. Apakah ada solusi yang dilakukan oleh peserta latih jika mengalami hambatan dalam menerapkan ilmu yang diperoleh dengan trainer (Institusi)?

4. Apakah ada sistem yang mendukung (support) yang siap untuk menghadapi masalah dalam mengoperasikan sistem ini?

5. Apakah pelatihan yang telah dilakukan itu dapat meningkatkan kebutuhan peserta jika ditinjau dari sistemnya, waktu, kepraktisan dan pemecahan masalah ditempat kerjanya?

Demikianlah tulisan ini mudah-mudahan bermanfaat bagi para pembaca. Mohon saran dan kritiknya demi perbaikan tulisan ini agar dapat dipertanggung jawabkan.


Perkenalan

Maret 10, 2007

Alhamdulillah, saya telah dapat membuat blog dengan bantuan teman saya, Sugeng & Alfred. Trimakasih atas hal tersebut. Mudah – mudahan amal anda berdua dapat diberi ganjaran oleh Alloh SWT. Amin.

Selain itu saya merasa senang dengan blog ini. Mudah – mudahan ini merupakan awal dari saya akan menuliskan tentang pengetahuan, pengalaman yang saya alami selama hidup ini. Dan semoga saya dapat bekarya lewat blog ini untuk kemajuan kita bersama. Kawan – kawan selamat bekarya semoga amal kita mendapatkan ganjaran dari Alloh SWT karena keikhlasan kita. Amin.


Hello world!

Maret 9, 2007

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!