Ditengah maraknya globalisasi yang mempengaruhi semua kehidupan manusia, temasuk juga alam seperti adanya perubahan iklim, krisis pangan, krisis energi, krisis ekonomi dan yang terpenting bagi umat sekarang banyak mengalami krisis moral/krisis jiwa yang berakibat dari adanya berbagai tekanan globalisasi.
Untuk menghadapi berbagai macam globalisasi tersebut berbagai macam solusi yang telah dilakukan oleh masyarakat. Misalnya masyarakat disarankan oleh pemerintah dari sekarang untuk menanam pohon dan bahan pangan dilahan kritis (reboisasi), mencegah penggundulan hutan, penanaman dengan menggunakan pupuk organik (back to nature). Untuk krisis energi banyak dilakukan masyarakat sekarang misalnya dengan penghematan, penggunaan biofuel, penggunaan tranportasi ramah lingkungan seperti sepeda, kereta kuda, dan memanfaatkan matahari, angin untuk menghasilkan energi untuk berbagai keperluan. Dan juga yang tak kalah penting adalah banyak juga dilakukan oleh masyarakat didalam mengatasi krisis ekonomi seperti gerakan penghematan, gerakan menabung, gerakan melakukan berbagai maca investasi keuangan dan lain – lain.
Resesi ekonomi yang berkepanjangan yang terjadi di Indonesia semakin mempengaruhi kehidupan masyarakat terhadap pendapatan, pangan, papan dan sandang yang merupakan kebutuhan paling mendasar dalam kehidupan manusia.
Banyak pakar dari berbagai keahlian di bidang ekonomi mulai memikirkan hal tersebut terlebih lagi masalah keuangan yang begitu sensitif mempengaruhi denyut kehidupan masyarakat.
Berbagai trik dan tip yang dibuat oleh pakar bagaimana kita menginvestasikan dana kita agar lebih berkmana untuk masa sekarang dan masa depan bagi keluarga, masyarakat dan negara.
Orang terkaya saat ini seperti Warrent Buffet yang berasal dari Amerika yang kekayaannya sekarang melebihi kekayaan Bill Gates yaitu sebesar kurang lebih 620 triliun rupiah. Wah sangat fantastik sekali. Lalu bagaimana ia dapat menjadi orang terkaya di dunia saat ini?
Ia mengajarkan kepada kita bahwa jika kita ingin berinvestasi semenjak awal. Ia sendiri berinvestasi yaitu menanam saham sejak kecil yaitu ketika berumur 11 tahun sampai sekarang berumur 78 tahun. Kita dapat mengambil pelajaran dari beliau yaitu sebagai berikut :
-
Berinvestasi seharusnya dimulai sejak awal
-
Dalam berinvestasi harus Sabar, ulet dan sederhana dalam kehidupan sehari – hari
-
Melihat intrinsik perusahaan bahwa perusahaan benar – benar eksis dan operasional (ia menggambarkan secara sederhana yaitu lihat saja perusahaan tersebut apakah masih ngepul atau nggak? atau lihat perusahaan aset/saham murah tetapi mempunyai kesempatan untuk berkembang lebih baik)
-
Bisnis dengan perusahaan yang sudah dikenal oleh masyarakat lokal, nasional atau internasional
-
Melihat sistem bursa saham pada suatu negara apakah negara dengan sistem bursa yang kuat artinya pengawasnya harus kuat dan emiten (perusahaan probit saham) harus jujur dalam menjalankan bisnisnya.
Itu adalah salah satu contoh orang pada tingkat dunia telah sukses dalam berinvestasi. Lau bagaimana dengan kita sebagai karyawan? Apakah yang harus dilakukan dalam mengelola keuangan untuk masa – masa krisis agar kita mempunyai pola keuangan seperti orang kaya tersbut? Safir Senduk pakar pengelola keuangan dari Indonesia telah menulis buku dan mengadakan berbagai seminar yang berkaitan dengan berinventasi terhadap uang yang kita miliki itu bagaimana? Pada seminar yang dilakukan pada tanggal 19-03-2008 di Jakarta dengan tema ” Produktivitas karyawan melalui perencanaan keuangan ” dan banyak diikuti oleh pengusaha – pengusaha memberikan kiat – kiat pengelolaan keuangan yang baik bagi seorang karyawan. Ada lima kiat agar seorang karyawan memiliki pola keuangan seperti orang kaya yaitu :
-
Seorang karyawan harus memperbanyak harta produktif yang dimiliki dalam bentuk produk keuangan (misalnya tabungan, bisnis, aaset yang disewakan, barang ciptaan kreatif dan yang lain-lainnya)
-
Harus mengatur pengeluaran tiap bulan dan dapat membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
-
Harus berhati – hati dengan hutang yang diambilnya karena hutang dapat menjadi kawan jika dikelola dengan benar.
-
Menyisihkan dana untuk masa depan (misal pendidikan anak, pensiun, rumah, kendaraan, bisnis, liburan, perjalanan ibadah dan lain – lainnya)
-
Perlindungan/Proteksi yang harus dipunyai oleh karyawan terhadap harta bendanya.
Menurut Ahmad Gozali dari sekarang coba kita berinvestasi untuk masa depan. Kita tidak tahu bagaimana masa depan kita. Ada pepatah sedia payung payung sebelum hujan. Bersiap – siap sebelum bangkrut menimpa kita. Bagaimanakah kita untuk melakukan perencanaan keuangan? Untuk itu yang tepat adalah berinvestasi pada produk yang tepat. Ada lima jenis instrumen investasi yang mungkin perlu kita pelajari dan kita coba untuk mulai berinvestasi yaitu :
-
Perbankan
-
Produk Keuangan (Reksa Dana)
-
Non Perbankan
-
Aset tetap
-
Bisnis
-
Asuransi
Akhirnya marilah kita mulai dari sekarang untuk berpikir untuk masa depan, jangan bersifat konsumtif, mari kita budayakan suka menabung walaupun sedkit jumlahnya, mari kita budayakan sifat berinvestasi walaupun dengan yang kecil seperti berdagang dan lain – lain.
Demikian tuliasan ini mudah – mudahan tulisan ini bermanfaat bagi anda. Kritik dan sarannya sangat kami harapkan dari para pembaca sekalian.
Ditulis oleh dwikaryono
Ditulis oleh dwikaryono
Ditulis oleh dwikaryono